Skip to content
October 11, 2009 / olimpiadekebumian

BUMI


v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”MS Mincho”; panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; mso-font-alt:”MS 明朝”; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:modern; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:-1610612033 1757936891 16 0 131231 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:”\@MS Mincho”; panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:modern; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:-1610612033 1757936891 16 0 131231 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”MS Mincho”; mso-fareast-language:JA;} a:link, span.MsoHyperlink {mso-style-unhide:no; color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:purple; mso-themecolor:followedhyperlink; text-decoration:underline; text-underline:single;} p {mso-style-unhide:no; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”MS Mincho”; mso-fareast-language:JA;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-fareast-font-family:”MS Mincho”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:826552082; mso-list-template-ids:-349558818;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

Tektonik lempeng termasuk sebuah teori baru yang mengubah cara pandang orang dari sudut pandang geologi terhadap bumi kita.

Menurut teori ini, permukaan bumi terpecah menjadi beberapa lempeng besar. Ada sepuluh lempengan utama pembentuk kerak bumi, yaitu:

  1. Lempeng Afrika
  2. Lempeng Antartika
  3. Lempeng Australia
  4. Lempeng Eurasia
  5. Lempeng Amerika Utara
  6. Lempeng Amerika Selatan
  7. Lempeng Pasifik
  8. Lempeng Cocos
  9. Lempeng Nazca
  10. Lempeng India

Lempeng-lempeng tersebut mengapung di atas astenosfer. Pertemuan antara lempeng-lempeng ini, merupakan tempat-tempat yang memiliki kondisi tektonik yang aktif, yang menyebabkan misalnya gempa bumi, gunung berapi dan pembentukan dataran tinggi

Lempeng Indo-Australia ialah nama untuk 2 lempeng tektonik yang termasuk benua Australia dan samudra di sekelilingnya yang memanjang ke barat laut sampai termasuk anak benua India dan perairan di sekelilingnya. Terbagi atas 2 lempeng sepanjang perbatasan yang kurang aktif: lempeng Australia dan lempeng India yang lebih kecil. Kedua lempeng itu bergabung bersama antara 50 sampai 55 juta tahun abad, sebelum masa itu, kedua lempeng itu bergerak sendiri-sendiri.

India, Meganesia (Australia, Nugini, dan Tasmania), Selandia Baru, dan Kaledonia Baru adalah fragmen benua kuno Gondwana. Penyebaran dasar lautan memisahkan benua-benua itu satu sama lain, namun seperti pusat penyebaran ini tidak aktif yang diperkirakan telah bergabung menjadi lempeng tunggal. Penelitian terkini mengindikasikan bahwa lempeng-lempeng itu sedang memisah, namun akan memakan waktu untuk mempublikasikan fakta ini dengan benar. [1], [2]

Pengukuran GPS terkini di Australia menyatakan bahwa gerakan lempeng sebesar 35 derajat timur utara dengan kecepatan 67 mm/th. Catat juga arah dan kecepatan yang sama untuk titik di Auckland, Pulau Natal dan India selatan. Kemungkinan perubahan kecil ke arah Auckland karena lengkungan kecil lempeng di sana, di mana lengkungan itu ditekan lempeng Pasifik.

Bagian timur ialah batas konvergen dengan lempeng Pasifik yang mensubduksi. Lempeng Pasifik yang mensubduksi di bawah lempeng Australia membentuk Parit Kermadec, busar laut Tonga dan Kermadec. Selandia Baru membujur sepanjang batas tenggara lempeng. Selandia Baru dan Kaledonia Baru ialah ujung selatan dan utara bekas benua Tasmantis, yang berpisah dari Australia 85 juta tahun lalu. Bagian tengah Tasmantis tenggelam di laut, dan kini merupakan Tanjakan Lord Howe.

Bagian selatannya ialah batas divergen dengan lempeng Antarktika. Batas barat dibatasi dengan lempeng India yang membentuk perbatasan dengan dengan lempeng Arab ke utara dan lempeng Afrika ke selatan. Batas utara lempeng India ialah batas konvergen dengan lempeng Eurasia yang membentuk pegunungan Himalaya dan Hindu Kush.

Bagian timur laut lempeng Australia membentuk batas subduksi dengan lempeng Eurasia di batas Lautan Hindia dari Bangladesh, ke Myanmar (bekas Burma) ke barat daya pulau Sumatera dan Kalimantan di Indonesia. Batas subduksi yang melalui Indonesia dibelokkan di garis Wallace biogeografis yang memisahkan fauna asli Asia dari Australasia. Lempeng Eurasia adalah lempeng tektonik terbesar ketiga yang berada di daerah Eurasia, daratan yang terdiri dari benua Eropa dan Asia kecuali di daerah India, Jazirah Arab, dan timur Pegunungan Verkhoyansk di Siberia Timur. Sisi timurnya dibatasi Lempeng Amerika Utara dan Lempeng Filipina. Sisi selatannya dibatasi Lempeng Afrika, Lempeng Arab dan Lempeng Indo-Australia. Sisi baratnya dibatasi oleh Lempeng Amerika Utara. Bagianlihan (metamorphic rocks).

Bumi

Gambar Bumi

Statistik sosial manusia

Pemukiman terbesar

Jakarta, Tokyo, Mexico City, Seoul, New York, São Paulo, Bombay,

Bahasa
(2000 est.)

Bahasa Mandarin 14,37%,
Bahasa Hindi 6,02%,
Bahasa Inggris 5,61%,
Bahasa Spanyol 5,59%,
Bahasa Indonesia 3,42%,
Bahasa Bengali 3,4%,
Bahasa Portugis 2,63%,
Bahasa Rusia 2,75%,
Bahasa Jepang 2,06%,
Bahasa Jerman 1,64%,
Bahasa Jawa 1,4%
Bahasa Korea 1,28%,
Bahasa Perancis 1,27%,
Lainnya

Agama
(2002 est.)

Kristen 32,71%,
Islam 19,67%,
Hindu 13,28%,
Buddha 5,84%,
non-religius 14,84%,
Lainnya 13,05%

Populasi (Per 9 Maret 2005)

– Total

6.423.457.263

Mata uang

Dolar Amerika, Yen Jepang, Euro, Pound sterling, Lainnya

PDB (perk. 2003)

-PPP

51.656.251.000.000 IND

per kapita

8.236 IND

-Nominal

36.356.240.000.000 USD

per kapita

5.797 USD

Karakteristik orbit (Epoch J2000)

Sumbu Semi-mayor

149.597.887 km
(1,000 000 11 AU)

Keliling orbit

0,940 Tm
(6,283 AU)

Eksentrisitas orbit

0,016 710 22

Perihelion

147.098.074 km
(0,983 289 9 AU)

Aphelion

152.097.701 km
(1,016 710 3 AU)

Periode tahun sideris

365,256 96 hari
(1,000 019 1 a)

Periode Sinodik

t/a

kecepatan orbit rata-rata

29,783 km/s

Kecepatan Orbit Maksimum

30,287 km/s

Kecepatan Orbit Maksimum

29,291 km/s

Inklinasi

0,000 05°
(7,25° terhadap katulistiwa matahari)

Longitude of the ascending node

348,739 36°

Argument of the perihelion

114,207 83°

Satelit alami

1 (Bulan), namun lihat juga 3753 Cruithne

Ciri-ciri fisik

Diameter Ekuatorial

12.756,28 km

Diameter Polar (Geografi)

12.713,56 km

Diameter rata-rata

12.742,02 km

Kepepatan

0,003 35

Keliling ekuatorial

40.075 km

Keliolig Poral

40.008 km

Luas permukaan

510.067.420 .km²

Volume

1,0832×1012 km³

Massa

5,9736×1024 kg

Kepadatan

5,515 g/cm³

Gravitasi permukaan katulistiwa

9,780 m/s² 1
(0,997 32 gee)

Kecepatan Lepas

11,186 km/s

Hari sideris

0,997 258 hari (23,934 jam)

Kecepatan Putar

1674,38 km/h = 465,11 m/s
(di katulistiwa)

Kemiringan Sumbu

23,439 281°

Asensi kanan
dari kutub utara

0° (0 j 0 men 0 s)

Deklinasi

90°

Albedo

0.367

suhu Permukaan
– min
– rata-rata
– maks


185 K
287 K
331 K

Tekanan permukaan

100 kPa

Kandungan udara

nitrogen

77%

oksigen

21%

argon

1%

karbon dioksida

Sisanya

uap air

Sisanya

Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer.

Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu permukaan bumi adalah antara -70°C hingga 55°C bergantung pada iklim setempat. Sehari di dibagi menjadi 24 jam dan setahun di bumi sama dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 milyar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi. Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis Bumi dipatok sebagai 1.

Bumi mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas lain.

Bumi diperkirakan tersusun atas inti dalam bumi yang terdiri dari besi nikel beku setebal 1.370 kilometer dengan suhu 4.500°C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer, lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi bumi, dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak bumi setebal kurang lebih 85 kilometer.

Kerak bumi lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer. Kerak bumi terbagi kepada beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng (teori Continental Drift) yang menghasilkan gempa bumi.

Titik tertinggi di permukaan bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter, dan titik terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam adalah Danau Titicaca, dan laut terbesar adalah Laut Kaspia.

A.Struktur Lapisan Kulit Bumi (litosfer)

Pertama tama perlu anda ketahui bahwa kata lithosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya lapisan lithosfer yaitu lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 1200 km.

Perlu anda pahami bahwa yang dimaksud batuan bukanlah benda yang keras saja berupa batu dalam kehidupan sehari hari, namun juga dalam bentuk tanah liat, abu gunung api, pasir, kerikil dan sebagainya.

Tebal kulit bumi tidak merata, kulit bumi di bagian benua atau daratan lebih tebal dari di bawah samudra.

Bumi tersusun atas beberapa lapisan yaitu:a.   Barisfer yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan nife (niccolum=nikel dan ferum besi) jari jari barisfer +- 3.470 km.

b.         Lapisan antara yaitu lapisan yang terdapat di atas nife tebal 1700 km. Lapisan ini disebut juga asthenosfer mautle/mautel), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar. Berat jenisnya 5 gr/cm3.

c.         Lithosfer yaitu lapisan paling luar yang terletak di atas lapisan antara dengan ketebalan 1200km berat jenis rata-rata 2,8 gram/cm3.

Lithosfer disebut juga kulit bumi terdiri dua bagian yaitu:

1. Lapisan sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL 2 O3.

Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua.

Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35km.

Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu:- Kerak benua     :    merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini yang merupakan benua.

– Kerak samudra  : merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra

2.Lapisan sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Lapisan merupakan bahan yang bersipat elastis dan mepunyai ketebalan rata rata 65 km .

Bumi

Gambar Bumi

Statistik sosial manusia

Pemukiman terbesar

Jakarta, Tokyo, Mexico City, Seoul, New York, São Paulo, Bombay,

Bahasa
(2000 est.)

Bahasa Mandarin 14,37%,
Bahasa Hindi 6,02%,
Bahasa Inggris 5,61%,
Bahasa Spanyol 5,59%,
Bahasa Indonesia 3,42%,
Bahasa Bengali 3,4%,
Bahasa Portugis 2,63%,
Bahasa Rusia 2,75%,
Bahasa Jepang 2,06%,
Bahasa Jerman 1,64%,
Bahasa Jawa 1,4%
Bahasa Korea 1,28%,
Bahasa Perancis 1,27%,
Lainnya

Agama
(2002 est.)

Kristen 32,71%,
Islam 19,67%,
Hindu 13,28%,
Buddha 5,84%,
non-religius 14,84%,
Lainnya 13,05%

Populasi (Per 9 Maret 2005)

– Total

6.423.457.263

Mata uang

Dolar Amerika, Yen Jepang, Euro, Pound sterling, Lainnya

PDB (perk. 2003)

-PPP

51.656.251.000.000 IND

per kapita

8.236 IND

-Nominal

36.356.240.000.000 USD

per kapita

5.797 USD

Karakteristik orbit (Epoch J2000)

Sumbu Semi-mayor

149.597.887 km
(1,000 000 11 AU)

Keliling orbit

0,940 Tm
(6,283 AU)

Eksentrisitas orbit

0,016 710 22

Perihelion

147.098.074 km
(0,983 289 9 AU)

Aphelion

152.097.701 km
(1,016 710 3 AU)

Periode tahun sideris

365,256 96 hari
(1,000 019 1 a)

Periode Sinodik

t/a

kecepatan orbit rata-rata

29,783 km/s

Kecepatan Orbit Maksimum

30,287 km/s

Kecepatan Orbit Maksimum

29,291 km/s

Inklinasi

0,000 05°
(7,25° terhadap katulistiwa matahari)

Longitude of the ascending node

348,739 36°

Argument of the perihelion

114,207 83°

Satelit alami

1 (Bulan), namun lihat juga 3753 Cruithne

Ciri-ciri fisik

Diameter Ekuatorial

12.756,28 km

Diameter Polar (Geografi)

12.713,56 km

Diameter rata-rata

12.742,02 km

Kepepatan

0,003 35

Keliling ekuatorial

40.075 km

Keliolig Poral

40.008 km

Luas permukaan

510.067.420 .km²

Volume

1,0832×1012 km³

Massa

5,9736×1024 kg

Kepadatan

5,515 g/cm³

Gravitasi permukaan katulistiwa

9,780 m/s² 1
(0,997 32 gee)

Kecepatan Lepas

11,186 km/s

Hari sideris

0,997 258 hari (23,934 jam)

Kecepatan Putar

1674,38 km/h = 465,11 m/s
(di katulistiwa)

Kemiringan Sumbu

23,439 281°

Asensi kanan
dari kutub utara

0° (0 j 0 men 0 s)

Deklinasi

90°

Albedo

0.367

suhu Permukaan
– min
– rata-rata
– maks


185 K
287 K
331 K

Tekanan permukaan

100 kPa

Kandungan udara

nitrogen

77%

oksigen

21%

argon

1%

karbon dioksida

Sisanya

uap air

Sisanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: